Selasa, 12 Maret 2013

Tugas Tentang Kajian makna



Kajian Makna
      A.  Pengertian Kajian Makna

Makna adalah setiap kalimat dalam bait puisi mengndung makna tertentu; maksud pembicaraan atau tulisan (KBBI: 509). Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nsemantik dan selalu melekat dari apa saja yang kita tuturkan.
1.  Kajian makna lazim disebut “semantik” (Inggris: semantics).
2. Kata semantik berasal dari bahasa Yunani semantikos artinya penting atau mengandung arti. Semantikos berasal dari kata semainein yang berarti menunjukkan atau menjelaskan tanda.
3.Tanda atau lambang ini dimaksudkan sebagai tanda lingusitik (Perancis: signelinguistique).
4. Menurut Ferdinand de Saussure (1916), tanda bahasa itu meliputi signifiant ‘penanda’ dan signifie ‘petanda’.
Istilah makna (meaning) merupakan kata dan istilah yang membingungkan. Untuk mana di perhitungkan sebagai istilah sebab bentuk ini mempunyai konsep dalam bidang ilmu tertentu, yakni dalam bidang linguistik. Istilah makna meskipun membingungkan, sebenarnya lebih dekat dengan kata. Sering kita berkata, apa artinya kata ini, apakah artinya kalimat ini ? kalau seorang berkata, “Saya akan beraangkat”, itu berarti bahwa ia siap berjalan, siap melaksanakan kegiatan atau aktivitas pindah, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan jalan melaksanakan kegiatan berjalan.
Menurut de Saussure, setiap tanda linguistik atau tanda bahasa terdiri dari 2 komponen, yaitu komponen signifian (yang mengartikan) yang berwujud runtunan bunyi, dan komponen signifie (yang diartikan) yang berwujud pengertian atau konsep (yang dimiliki signifian). Menurut teori yang dikembangkan Ferdinand de Saussure, makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguistik. Jika tanda linguistik tersebut disamakan identitasnya dengan kata atau leksem, berarti makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. Jika disamakan dengan morfem, maka makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap morfem, baik morfem dasar maupun morfem afiks.
 


B. Pendekatan Makna  
     Makna dapat dibicarakan dari dua Pendekatan, yakni pendekatan analitik atau referensial dan Pendekatan operasional. Pendekatan analitik ingin mencari makna dengan mengguraikan atas segmen-segmen utama, sedangkan Pendekatan operasional ingin mempelajari kata dalam penggunaannya. Pendekatan operasional lebih menenkankan, bagaimana kata operasikan di dalam tindak fonasi sehari-hari.

tarmujiamunisi: ASPEK MAKNA SEMANTIK

tarmujiamunisi: ASPEK MAKNA SEMANTIK: PENDAHULUAN Bahasa merupakan sistem komunikasi yang amat penting bagi manusia. Sebagai suatu unsur yang dinamik, bahasa sentiasa dianali...

Senin, 04 Maret 2013

aspek-aspek makna



Kajian Makna
B. Aspek-aspek Makna
Pada bagian ini akan dibahas :
1.      Pengertian
2.      Perasaan
3.      Nada
4.      Tujuan atau maksud
Keempat aspek makna tersebut dapat dipertimbangkan melalui data bahasa Indonesia contoh pemahaman makna tersebut. Pembahasan seperti ini jika kita  melihat makna dari segi terujarnya kata-kata pembicara kepada pendengar.
1.      Pengertian
Aspek makna pengertian ini dapat dicapai apabila antara pembicara/penulis dan kawan bicara berbahasa sama. Pengertian disebut juga tema. Tiap hari orang berbicara dan  tiap hari kita mendengarkan orang berbicara bahkan berbicara dengan kawan bicara kita.
Kalau antara pembicara dan pendengar mempunyai kesamaan pengertian mengenai satuan-satuan ini, maka pendengar mengerti apa yang kita maksudkan. Demikian pula kalau kita mendengar orang berkata, “ rambut “ ujaran yang hanya menggunakan satu kata ini menimbulkan Berbagai pengertian, misalnya:
a.       Rambutnya panjang sekali
b.      Rambutnya tidak panjang sekali


2.      Perasaan
Aspek makna perasaan berhubungan  dengan sikap pembicara dengan situasi pembicara. Didalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan perasaan (misalnya sedih, panas, dingin, gembira, jengkel, gatal) dan untuk menggambarkan hal-hal yang berhubungan dengan aspek perasaan tersebut, kita gunakan kata-kata yang sesuai. Contoh:
a.       Buk anik sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat
3.      Nada
Aspek makna nada ini melibatkan pembicara untuk memilih kata-kata yang sesuai dengan keadaan kawan bicara dan pembicara sendiri. Aspek makna yang brhubungan dengan nada lebih banyak dinyatakan oleh hubungan antara pembicara dengan pendengar, antara penulis dengan pembaca. Aspek makna nada berhubungan puladengan aspek makna yang bernilai perasaan, bila jengkel maka sikap kita akan berlainan dengan perasaan bergembira terhadap kawan berbicara. Contoh:
a.       Jahat kau?
b.      Nakal kau!

4.      Tujuan atau maksud
 Aspek maksud menurut Shipley merupakan maksud senang atau tidak senang,efek usaha keras yang dilaksanakan. Aspek makna tujuan ini adalah “his aim, concious or unconscious, the effect is endeavouring to promite” (tujuan atau maksud, baik disadari maupun tidak, akibat usaha dari peningkatan). Apa yang kita ungkapkan di dalam makna aspek tujuan memiliki tujuan tertentu.
Aspek makna tujuan ini melibatkan klasifikasi pernyataan yang bersifat:
  1. deklaramatif
  2. persuasif
  3. imperatif
  4. naratif
  5. politis
  6. paedagogis (pendidikan)
contoh:
a.       jangan lupa bawa uang